Kamis, 09 Agustus 2018

AK-47 SANG LEGENDA YANG MASIH BERJAYA (2)

Mungkin ketika Mikhail Kalashnikov merancang, ia tidak pernah mengira bahwa konsep yang dibuatnya lebih dari 70 tahun lalu itu ternyata masih dan akan terus bertahan sebagai senjata yang dipercaya penggunanya.

Satu testimoni yang pasti diberikan semua pengguna AK-47, siapapun itu, adalah kebandelan. Mulai diajak berendam di air laut, bermain lumpur, atau berjuang di badai pasir, AK-47 tetap berfungsi dengan sama baiknya. Lalu apa yang menjadi rahasia kehebatan senapan satu ini?

Setidaknya ada empat rahasia. Dari bagian paling depan, AK-47 memiliki tiga lubang gas yang ada di kanan-kiri gas block. Sebenarnya lubang-lubang ini diciptakan untuk menurunkan tekanan gas yang mendorong piston. Ternyata tekanan gas yang tinggi dan panas itu justru membuang keluar  semua residu mesiu atau kotoran yang mungkin terbawa. sehingga aliran gas yang mendorong carrier relatif bersih.

Kedua, bolt dan carrier bergerak bebas sepenuhnya sampai belakang, sehingga peluru punya banyak kesempatan untuk naik ke kamar peluru tanpa perlu tersangkut. Bandingkan dengan M16, sistem direct gas impringement yang dipakai akan meniupkan residu mesiu kembali ke kamar peluru sehingga timbul carbon build up yang dapat memacetkan mekanisme.

Ketiga, berupa pelapisan krom pada semua bagian senapan, Mulai dari carrier, laras, piston, sampai gas block, dengan lapisan krom, semua bagian mekanisme internal dijamin bebas karat untuk menjamin parts berusia panjang. Pada bagian yang mengalami friksi tinggi, seperti laras yang dilewati peluru, pelapisan krom membantu mempertahankan laras dari keausan, maka dari itu tidaklah heran, AK-47 memiliki usia pakai diatas rata-rata, hingga 50 tahun lebih.

Terakhir, jurus pamungkasnya yaitu berupa jarak antar bagian dalam mekanisme AK-47 yang didesain renggang. Hal ini Menyebabkan AK-47 memiliki toleransi yang tinggi terhadap debu atau pasir yang menyusup di sela-sela mekanisme yang bergerak. Sifat renggang ini sebenarnya timbul karena pada awalnya teknologi mesin pembuat AK-47 masih sangat sederhana, sehingga tidak bisa menandingi kepresisian senjata barat. Namun justru inilah yang menjadi blessing in disguise hingga sekarang.

Meski AK-47 sudah dapat dikatakan senapan ideal, ternyata masih ada ambisi Kalashnikov yang masih gatal untuk menyempurnakan ciptaannya. Ditunjang teknologi baru yang tersedia, Kalashnikov merilis AKM(Avtomat Kalashnikova Modernizirovaniny) atau jika diterjemahkan menjadi AK yang dimodernisasi. Dibalik sosoknya yang masih mirip AK-47, sebenarnya tersimpan banyak modifikasi yang menambah kesaktian sang legenda. Bobot AK-47 yang sering dikeluhkan terlalu berat, dibereskan dengan perubahan metode pembuatan receiver menjadi metal stamping.

Selain itu magasen yang tadinya terbuat dari baja, diganti dengan model magasen dari bahan bakelite. Bakelite termasuk plastik ringan, namun kekuatanya tidak kalah dari baja dalam hal menerima perlakuan kasar. Lubang- lubang pembuangan kotoran pada gas block yang tadinya berjejer rapi, kini dibuat dalam pola radial sehingga ada lebih banyak residu mesiu yang dapat dibuang. 

AKM muzzle brake
 Sementara bagian yang paling krusial yaitu urusan akurasi, diperbaiki dengan memodifikasi mekanisme untuk mengecilkan  rate of fire dan pemasangan slant muzzle brake berbentuk sendok, lebih panjang di sisi bagian bawah. Dengan desain  muzzle brake semacam ini, aliran gas yang keluar dari laras hanya akan mengalir keatas. Sehingga ada gaya tekan kebawah yang mengkompensasikan sentakan keatas saat penembakan.

M16A2 muzle brake
Sekali lagi, Kalashnikov membuktikan bahwa desainnya selalu lebih maju dari buatan barat. Muzzle brake pada AKM yang konsepnya masih cukup kasar, 25 tahun kemudian ternyata ditiru Colt dalam bentuk M16A2. Seperti kita tahu, muzzle brake M16A2 hanya memiliki lima lubang di sisi atas, sementara di sisi bawahnya padat tak berlubang. Efek yang ingin dicapai dengan flash hider M16A2 ini kurang lebih sama dengan apa yang sudah diraih AKM bertahun-tahun sebelumnya.